Selasa, 15 November 2016

RPP Hidrokarbon Alkena



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

A.      IDENTITAS
Sekolah                                : SMA/MA
Mata Pelajaran                    : Kimia
Kelas/Semester                   : X/2
MateriPokok                       : Hidrokarbon
Sub MateriPokok                : Alkena
AlokasiWaktu                     : 1 x 45 menit (1 kali pertemuan)

B.         Kompot e NSI Anda
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya    
KI 2 : Menghayati dan m engamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjuk k an sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.       
KI 3 :    Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasankemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebabfenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat danminatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 :  Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrakterkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.



C.    Kompetensi Dasar :

1.1                Menyadari Adanya Keteraturan Dari Sifat Hidrokarbon Sebagai Wujud KebesaranTuhan YME Dan Pengetahuan TENTANG Adanya Keteraturan Tersebut Sebagai Hasil Pemikiran Kreatif Manusia Yang Kebenarannya Bersifat tentatif.
2.1                Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin,  jujur, objektif, terbuka,  mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
3.1                Menganalisis struktur dan tatanama senyawa hidrokarbon berdasarkan pemahaman kekhasan atom karbon dan penggolongan senyawanya.
3.2                Mengolah dan menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan pemahaman kekhasan atom karbon dan penggolongan senyawanya           

D.    Indikator
1.      Menentukan struktur dan rumus umum dari senyawa alkena
2.      Menjelaskan aturan tata nama  IUPAC pada senyawa Alkena
3.       Menjelaskan sifat-sifat alkena
4.       Menjelaskan penggunaan alkena dalam kehidupan sehari-hari.


E.        Tujuan
1.      Peserta didik dapat menentukan struktur dan rumus umum dari senyawa alkena
2.      Peserta didik dapat menjelaskan aturan tata nama  IUPAC pada senyawa alkena
3.      Peserta didik dapat menjelaskan sifat-sifat alkena
4.      Peserta didik dapat menjelaskan kegunaan alkena dalam kehidupan sehari-hari.

F.       Materi Pembelajaran
Materi Prasyarat            :
Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa yang tersusun oleh atom-atom karbon (C) dan hidrogen (H) disebut hidrokarbon senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang sederhana dan senyawa hidrokarbon yang paling sederhana adalah metena. Metana mempunyai rumus kimia  CH4. Berdasarkan kejenuhan ikatannya, senyawa hidrokarbon dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : Alkena, Alkena, dan Alkuna.
lapar
Senyawa alkana merupakan rantai karbon yang paling sederhana. Alkana merupakan senyawa hidrokarbon jenuh karena memiliki ikatan tunggal. Rumus umum alkana CnH2n+2. Senyawa paling sederhana dari alkana yaitu metana. Metana hanya memiliki satu atom karbon yang mengikat empat atom H. Tabel berikut menyajikan data sepuluh alkana rantai lurus pertama.
Jumlah Karbon
Struktur
Nama
1
CH 4
Metana
2
CH 3 - CH 3
Etana
3
CH 3 - CH 2 - CH 3
Propana
4
CH 3 - (CH 2 ) 2 - CH 3
Bhutan
5
CH 3 - (CH 2 ) 3 - CH 3
pentana
6
CH 3 - (CH 2 ) 4 - CH 3
heksana
7
CH 3 - (CH 2 ) 5 - CH 3
heptan
8
CH 3 - (CH 2 ) 6 - CH 3
oktan
9
CH 3 - (CH 2 ) 7 - CH 3
Nonana
10
CH 3 - (CH 2 ) 8 - CH 3
dekan

Berdasarkan tabel di depan dapat dilihat bahwa perbedaan kesepuluh senyawa di atas terletak pada jumlah gugus metilena (–CH2–). Senyawa dengan kondisi demikian disebut homolog. Susunan senyawa yang dibuat sedemikian rupa sehingga perbedaan dengan tetangga dekatnya hanya pada jumlah metilena disebut deret homolog.
a.      Tata nama alkana
Penamaan alkana mengikuti sistem IUPAC, yaitu sistem tata nama yang didasarkan pada gagasan bahwa struktur sebuah senyawa organik dapat digunakan untuk menurunkan namanya dan sebaliknya, bahwa suatu struktur yang unik dapat digambar untuk tiap nama. Dasar sistem IUPAC yaitu alkana rantai lurus.
1)        Alkana rantai lurus (tidak bercabang)
Alkana rantai lurus diberi nama sesuai dengan jumlah atom karbonnya sebagaimana tercantum dalam tabel di atas. Terkadang ditambahkan normal (n) di depan nama alkana.
Contoh:
CH 3 - CH 2 - CH 2 - CH 3    n-Butana / Butana
CH 3 - CH 2 - CH 3                   n-propana / propana
2)        Alkana siklis (rantai tertutup)
Alkana rantai siklis (tertutup) diberi nama menurut banyaknya atom karbon dalam cincin, dengan penambahan awalan siklo-.
Contoh:
H 2 C - CH 2
 |            | PAH   
H 2 C - CH 2
3)        Alkana bercabang (memiliki rantai samping)
Senyawa alkana terkadang berikatan dengan unsur lain pada salah satu atau beberapa atom karbonnya. Unsur lain dalam rantai alkana tersebut biasa dinamakan substituen. Jenis substituen alkana yang sering dijumpai yaitu gugus alkil. Gugus alkil adalah alkana yang kehilangan 1 atom H. Penamaannya sama dengan alkana, hanya akhirannya diubah menjadi -il. Rumus umumnya CnH2n+1. Tabel berikut menyajikan deret gugus alkil
              Gugus Alkil
Jumlah Karbon
Struktur
Rumus Molekul
Nama
1
CH 3 -
CH 3 -
metil
2
CH 3 - CH 2 -
C 2 H 5 -
etil
3
CH 3 - CH 2 - CH 3
C 3 H 7 -
propil
4
CH 3 - (CH 2 ) 2 - CH 2 -
C 4 H 9 -
butir
5
CH 3 - (CH 2 ) 3 - CH 2 -
C 5 H 11 -
Pentil/amil
6
CH 3 - (CH 2 ) 4 - CH 2 -
C 6 H 13 -
Heksil
7
CH 3 - (CH 2 ) 5 - CH 2 -
C 7 H 15 -
Heptil
8
CH 3 - (CH 2 ) 6 - CH 2 -
C 8 H 17 -
Oktil
9
CH 3 - (CH 2 ) 7 - CH 2 -
C 9 H 19 -
nonil
10
CH 3 - (CH 2 ) 8 - CH 2 -
C 10 H 21 -
Dekil

MATERI INTI  :
1.        Alkena (ikatan rangkap dua/tak jenuh)
Alkena
Alkena merupakan senyawa hidrokarbon tidak jenuh dengan ikatan rangkap dua (–C=C–). Senyawa yang memiliki 2 ikatan rangkap disebut alkadiena,yang memiliki 3 ikatan rangkap disebut alkatriena. Alkena paling sederhana yaitu etena, C2H4.
a.       Rumus umum alkena
Rumus umum alkena adalah CnH2n
Jika dibandingkan dengan alkana,  alkena mengandung lebih sedikit atom hidrogen sehingga alkena disebut senyawa tidak jenuh.
b.    Tabel berikut menyajikan deret homolog alkena.
Jumlah Karbon
Struktur
Rumus Molekul
Nama
2
H 2 C = CH 2
C 2 H 4
terputus-putus
3
H 2 C = CH - CH 3
C 3 H 6
Propena
4
H 2 C = CH - CH 2 - CH 3
C 4 H 8
1-Butena
5
H 2 C = CH - (CH 2 ) 2 - CH 3
C 5 H 10
1-Pentena
6
H 2 C = CH - (CH 2 ) 3 - CH 3
C 6 H 12
1-Heksena
7
H 2 C = CH - (CH 2 ) 4 - CH 3
C 7 H 14
1-Heptena
8
H 2 C = CH - (CH 2 ) 5 - CH 3
C 8 H 16
1-Oktena
9
H 2 C = CH - (CH 2 ) 6 - CH 3
C 9 H 18
1-Nonena
10
H 2 C = CH - (CH 2 ) 7 - CH 3
C 10 H 20
1- Dekena














c.       Tata nama alkena   
Nama alkena diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran ana  menjadi ena.
Aturan penulisan nama alkena adalah:
1)      Tentukan rantai atom C terpanjang yang mengandung ikatan rangkap.Banyaknya atom C  merupakan nama utama
2)       penomoran rantai utama berakhir dengan ikatan dekat
3)      Posisi ikatan rangkap dinyatakan dengan awalan angka.
4)      Atom C diluar rantai utama dinyatakan sebagai gugus alkil dan merupakan cabang.
5)       Nama gugus alkil ditulis didepan nama utama
6)      Posisi gugus alkil dinyatakan dengan awalan angka
7)      Jika terdapat beberapa gugus alkil yang sama, namanya ditulis sekali dengan awalan di = 2, tri = 3, tetra = 4 dst.
8)      Jika terdapat berbeda penulisan namanya diurutkan menurut abjad.

2.      Alkena rantai lurus
Atom karbon yang berikatan rangkap ( C = C ) diberi nomor yang menunjukkan ikatan rangkap tersebut. Penomoran dimulai dari ujung rantai yang paling dekat dengan ikatan rangkap.
Contoh:
   5         4         3        2        1                     1          2         3        4        5
H 3 C - CH 2 - CH = CH - CH 3     Bukan   H 3 C - CH 2 - CH = CH - CH 3
Sehingga, nama senyawa di atas yaitu 2 – pentena.
Alkena dengan rantai bercabang
a)      Rantai utama yaitu rantai yang terpanjang dan mengandung ikatan rangkap.
b)      Penomoran rantai utama diawali dari yang paling dekat dengan ikatan rangkap, bukan cabang yang terdekat.
c)      Urutan penulisan nama: nomor cabang, nama cabang, nomor ikatan rangkap, nama alkena.
Contoh:
a) H 3 C - CH = CH - CH 2 - CH 3          2-pentena
b) H 3 C - CH = CH - CH - CH 3           4-metil - 2-pentena
 |
                  CH 3
d.       Sifat-sifat alkena
Sifat alkena meliputi sifat fisis dan sifat kimia, yaitu:
1)      sifat fisis
Alkena memiliki titik leleh dan titik didih yang hampir sama dengan alkana. Pada suhu kamar, etena, propena, dan butena berwujut gas. Suhu-suhu berikutnya berwujut cair dan pada suhu tinggi berwujut padat.
2)       sifat kimia
Alkena lebih reaktip dibandingkan dengan alkana karena ikatan rangkaap yang terdapat didalamnyaa. Reaksi yang terjadi berupa reaksi adisi dan pembakara.

e.        Sumber dan kegunaan alkena
Dalam industri, alkena dibuat dari alkana melalui pemanasan dengan katalis dan proses perengkahan. Alkena suhu rendah merupakan bahan baku industry plastic, karet sintesis dan alkohol.
    
G.   Pendekatan dan Metode Pembelajaran
Model             :   Tim Turnamen Permainan
Metode           :  Diskusi, Ceramah

H.    MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
-           M e dia                         : LKS , Handout, Powerpoint
-          Sumber Belajar         : Buku Kimia
-          Alat dan Bahan         : LCD











I.       Langkah Kegiatan
Kegiatan
Rincian Kegiatan
Alokasi Waktu
Kegiatan Awal
Pendahuluan
·          Siswa menjawab salam dan berdo'a
·         Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru
Apersepsi
·         Siswa meninjau kembali materi pada pertemuan sebelumnya mengenai senyawa alkana
·         Siswa diberikan penjelasan mengenai tujuan pembelajaran serta cakupan mengenai senyawa alkena
Motivasi
·          Siswa menjawab pertanyaan guru tentang peristiwa alkena
5  Menit
Kegiatan Inti
Mengamati
·         Siswa memerhatikan penjelasan guru mengenai senyawa alkena
menanya
·         Siswa diharapkan mengajukan pertanyaan :
·        Apa perbedaan dari senyawa alkana dan senyawa alkena
·         Sifat apa saja yang terkandung dalam alkena.
·         Apa penggunaan alkena dalam kehidupan sehari-hari
Mengumpulkan Data
·         Siswa dikondisikan untuk berkelompok sesuai dengan pembagian kelompok yang telah diatur oleh guru.
·         Setiap kelompok siswa menerima LKS (Lampiran I) yang dibagikan oleh guru.
·         Siswa mengerjakan LKS sesuai dengan sumber informasi yang dimiliki (Handout).

Mengasosiasi
·         Siswa mendiskusikan cara menentukan struktur dari senyawa alkena.
·         Siswa mendiskusikan menjelaskan tatanama senyawa IUPAC pada senyawa alkena.
·         Siswa mendiskusikan sifat-sipat senyawa alkena.
·         Siswa mendiskusikan kegunaan alkena dalam kehidupan sehari-hari
Turnamen
·         Guru mengajak siswa- siswa untuk bermain, membahas tentang alkena.
·         Siswa mengikuti aturan guru
Mengkomunikasi
·         Seorang siswa diminta untuk menyampaikan hasil diskusi kelompoknya
·         Guru membahas dan meluruskan hasil kerja dari siswa
30 menit









 

Penutup
1.       Guru member ikan penghargaan kepada setiap kelompok yang memiliki nilai poin tertinggi.
2.      Guru menyampaikan kesimpulan dan memberikan motivasi kepada siswanya yang belum mendapatkan penghargaan.
3.      Guru memberikan evaluasi kepada siswa
4.      Guru menyampaikan materi pembelajaran selanjutnya.
5.       Doa dan salam.
10 menit

J.       Penilaian Hasil Belajar
1.      Tes hasil belajar (penguasaan konsep) kimia dengan :
·         Menyelesaikan LKS
·         Menyimpulkan hasil belajar yang diterima siswa.
·         Evaluasi
2.      Penilaian sikap ( perilaku) menggunakan rubrik penilaian perilaku
3.      Penilaian ketrampilan menggunakan rubrik penilaian ketrampilan.



LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP
Mata Pelajaran               : Kimia
Kelas/Semester             : X/1
Tahun Ajaran                :
Waktu Pengamatan       :
Indikator sikap aktif dalam pembelajaran
1.       Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam embelajaran
2.      Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum ajeg/konsisten
3.      Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok
1.      Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok
2.      Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerja sama dalam kegiatan kelompok tetapi masih bekum ajeg/konsisten
3.      Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalamkegiatan kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif
1.      Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif
2.      Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masih belum ajeg/konsisten
3.      Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.


Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan
TIDAK.
NAMA SISWA
SIKAP
AKTIF
BEKERJASAMA
TOLERAN
KB
B
SB
KB
B
SB
KB
B
SB
1









2
3
4
5
6

Keterangan :
KB``    : Kurang Baik
B         : Baik
SB       : Sangat Baik








LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN
Mata Pelajaran               : Kimia
Kelas/Semester             : X/1
Tahun Ajaran                :
Waktu Pengamatan       :
Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan isotop isobar isoton dan konfigurasi elektron.
1.      Kurang terampil jika sama sekali tidak menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan.
2.      Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/pronsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan tetapi belum tepat.
3.      Sangat terampil jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan dan sudah tepat.
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan
TIDAK.
NAMA SISWA
SIKAP
Menerapkan Konsep/prinsip
dan strategi pemecahan masalah
1
KB
B
SB
2
3
4



5



6




Keterangan :
KT       : Kurang Terampil
T          : Terampil

ST        : Sangat Terampil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar